Algoritma Kruskal


Algoritma Kruskal adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk pencarian jalur. Contoh yang dibahas kali ini adalah mengenai menghubungkan semua titik dengan biaya terendah.
Berbeda dengan algoritma pencarian jalur yang lain, seperti Algoritma Dijkstra dan Algoritma A* (A-Star) yang sudah pernah dibahas sebelumnya, algoritma ini hanya bertujuan untuk menghubungkan semua titik, bukan untuk mencari jalur yang tersambung dari awal sampai akhir. Contoh kasus nyata yang dapat digunakan adalah menghubungkan semua komputer dalam 1 jaringan pada sebuah warnet. Jika terdapat pemasangan komputer baru, tentu saja cukup dihubungkan dengan komputer terdekat, tidak perlu langsung dihubungkan dengan komputer induk, kecuali jika komputer induk memang merupakan komputer terdekat.



Diasumsikan ada 5 titik yang harus dihubungkan semuanya, yaitu titik A,B,C,D,E
semua titik tidak terhubung secara langsung dengan titik-titik lainnya, melainkan hanya melalui jalur tertentu saja
setiap jalur juga memiliki biaya sendiri-sendiri
Tentukan jalur yang harus diambil untuk menghubungkan semua titik dengan biaya terendah
Diasumsikan data jalur yang tersedia adalah sebagai berikut

Titik awal Titik Tujuan Biaya
Titik A Titik B 6
Titik A Titik E 7
Titik B Titik C 5
Titik B Titik D 4
Titik B Titik E 8
Titik C Titik D 7
Titik C Titik E 3
Titik D Titik E 9

Jika diilustrasikan dalam gambar, maka model data awal adalah sebagai berikut
kruskal awal



Sebelum masuk kedalam langkah-langkah pembahasan algoritma, ada beberapa konstanta atau parameter yang harus diketahui, yaitu:
* Tentukan jumlah titik yang harus dihubungkan
Diasumsikan dalam kasus ini, jumlah titik ada 5 buah


Langkah-langkah penggunaan algoritma ini adalah

1. Inisialisasi semua variabel yang diperlukan, yaitu variabel gambar, titik, garis, dan subset
Penjelasan tentang masing-masing class akan dijelaskan pada skrip dibawah ini

* Agar dapat menjalankan skrip diatas, maka diperlukan sebuah 4 buah class
Class Titik digunakan untuk menampung data titik
Class Garis digunakan untuk menampung data titik awal, titik tujuan, dan biaya jalur tersebut
Class Subset digunakan untuk menampung data induk dan peringkat pada masing-masing titik
Class Gambar digunakan untuk menampung semua data titik dan semua data garis yang digunakan
Deklarasi masing-masing class adalah sebagai berikut:

2. Masukkan data titik dan garis kedalam masing-masing variabel yang tersedia

3. Lakukan proses pencarian garis sebanyak jumlah garis (poin 3a – 3c)

3a. Tentukan garis yang akan dicari apakah garis tersebut jalur terbaik atau bukan

3b. Cari induk dari titik awal dan induk dari titik tujuan dari garis tersebut
Penjelasan tentang fungsi ini akan dijelaskan pada perhitungan dibawah ini

3c. Jika induk dari titik awal tidak sama dengan induk dari titik tujuan, maka lakukan perhitungan berikut:

3c1. Lakukan penggabungan kedua titik tersebut dalam sebuah subset
Jika peringkat titik pertama kurang dari peringkat titik kedua, maka jadikan titik kedua sebagai induk dari titik pertama
Jika peringkat titik pertama lebih dari peringkat titik kedua, maka jadikan titik pertama sebagai induk dari titik kedua
Jika peringkat kedua titik sama, maka jadikan titik pertama sebagai induk dari titik kedua dan tambahkan peringkat titik pertama dengan 1

3c2. Masukan garis terpilih sebagai salah satu garis jawaban

4. Catat hasil akhir untuk masing-masing jawaban garis yang ditemukan
Kemudian jumlahkan total biaya garis tersebut


Hasil akhir adalah: (klik untuk perbesar gambar)

cmd61

Jika diilustrasikan dalam gambar, maka model hasil akhirnya adalah sebagai berikut
kruskal akhir


Contoh modul / source code dalam bahasa VB (Visual Basic) dapat didownload disini:



Jika membutuhkan jasa kami dalam pembuatan program, keterangan selanjutnya dapat dilihat di Fasilitas dan Harga
Jika ada yang kurang paham dengan langkah-langkah algoritma diatas, silahkan berikan komentar Anda.
Selamat mencoba.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *